[Resensi] Film What Happened to Monday

Resensi Film What Happened To Monday - mjcunnes.com

Sutradara Tommy Wirkola Penulis Skenario Max Botkin, Kerry Williamson Bintang Film Noomi Rapace, Glenn Close, Pål Sverre Hagen Genre Sci-Fi, Thriller Produksi Netflix Rilis 18 Agustus 2017     Ledakan populasi manusia kian meningkat, begitulah yang terjadi pada masa depan — tahun 2037 — hingga mencapai angka 10 miliar. Dengan begitu, pemanasan global kian memperburuk keadaan di bumi. Bahan pangan pun, seakan mulai berkurang, dan tak mampu memenuhi kebutuhan tiap individu. Walalupun sudah melakukan rekayasa genetika pada tanaman, justru hal itu membuat bayi mengalami cacat. Akhirnya pemerintah sepakat untuk membuat…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Mau Dibawa Ke Mana Pendidikan Kita

Mau Dibawa Ke Mana Pendidikan Kita (Dian Nugraheni Salaswati)   Merdeka.. Merdeka.. Kita menyerukannya ditanggal yang sama Itu berarti kita bebas Bertindak apa saja dengan lepas Aku ingin melihat dunia luar Berlagak dengan sangar Aku meniru Hingga akhirnya aku keliru Jangan.. Jangan.. Jangan lihat semuanya Jangan ikuti kemana saja Jangan selalu bergantung Jika kita tak mau tergantung Dimana kita sekarang? Didalam gurun yang gersang Terombang ambing entah kemana Dan akhirnya telah tiada KTSP hilang tinggal orang 2013 tenggelam dalam kelam Kini apalagi? Hanya tong kosong yang berbunyi Semua datang dan…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Beda Keyakinan

Cerpen Beda Keyakinan - MJCUnnes

Beda Keyakinan (Dian Nugraheni Salaswati) Pada suatu hari terdapat anak dari SMA Berjuang Untuk Bangsa kelas XII bernama Raden Tubagus Rendyto Kusumo Adhijoyo Pakuningratan atau biasa dipanggil Reno makan makanan ringan yaitu Beng-beng. Dia begitu menikmatinya karena dia sangat menyukai Beng-beng tetapi dia paling suka kalau memakannya secara langsung tanpa dimasukan ke lemari pendingin dahulu. Di kesehariannya dia adalah anak yang rajin selalu mengerjakan tugas dan mengumpulkannya tepat waktu, dia juga siswa yang periang dan lucu. Banyak guru suka padanya karena dia cukup berprestasi di dalam maupun luar sekolahan. Dia…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan #3

Dan setelah gue dan Raya sampai didepan pintu kamar Sara, kami mendengar suara tangisan dari dalam kamar Sara. Gue bertanya-tanya dong, “ada apa ini? Kenapa Sara menangis seperti ini?” “Sara, loe kenapa?” Tanya gue setelah gue coba untuk masuk dan membuka pintu kamar Sara, gue dan Raya cepat-cepat menghampiri Sara yang sedang ada di lantai dengan badannya yang terkulai lemas tak berdaya. Raya mencoba untuk membangkitkan Sara dan merangkul Sara dengan penuh kasih sayang, gue mencoba untuk menghapus air matanya. “Sebenernya loe itu kenapa sih, Ra?” tanya Raya. “Iya loe…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan #2

Di kamar gue, tiba-tiba suara ponsel gue bunyi. Dan ternyata itu pesan dari Sara. “Gue seneng banget hari ini bisa pergi bareng Bagas, Cha. Sumpah ya dia baik banget sama gue. Dan loe tau apa? Hari ini gue resmi pacaran sama dia. Dan kita bikin perjanjian gitu, Cha. Pokoknya perjanjian itu kita tulis disebuah botol dan dipendem di dalam tanah di garden kafe tempat Bagas nembak gue. Dukung hubungan gue sama Bagas ya, Cha. Oh ya, bilangin juga ke Raya.” Setelah baca pesan dari Sara, gue selalu was-was dan entah…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan

Pagi yang cerah, sinar matahari mencoba menerobos masuk melalui celah jendela kamar. Mulai terbuka mata gue dan melihat keadaan di sekeliling, dengan tidak sengaja gue lihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.25 WIB. “Huaaaaa.. gue hampir telat ini!!!!” pikir gue, gue langsung segera bangkit dan menuju kekamar mandi. Selesai mandi, gue mengambil seragam dan memakainya dengan terburu-buru. Seusai itu, gue beresin tempat tidur yang berantakan. Dan gue langsung menuju ke bawah untuk sarapan, karena kamar gue berada di lantai dua. Belum sempat gue sarapan, klakson sepeda motor Raya sudah…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Pengkhianatan Di Atas Ketulusan

Pengkhianatan Di Atas Ketulusan   Masih disini dengan kenangan yang mengusik hati Masih jelas dan terekam jejakmu dalam memori   Kamu Yang selalu membuatku bahagia Yang selalu memberikan sejuta tawa Yang  selalu membuatku damai ketika di sisimu Begitu kompleks rasaku mengartikan itu semua padamu Sampai tak sadar diriku   Aku terbuai dan buta karena cintamu Cintaku berdogma diatas segalanya Bagaikan aksioma yang tak perlu pembuktian apapun Aku berharap rasamu kan bersifat tautologi padaku   Namun, Cintaku berujung kontradiksi Ketika mata ini melihat kebenaran yang tersembunyi Kau bercumbu dengan dia Kau…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Dengan Diam

(Yayan Devintina)   Ketika ku membuka mata kau tiada Ketika ku tertawa riang kau tiada Ketika ku menangis kau tiada Ketika ku susah pun kau tiada Kau hanya diam ketika ku tertawa Kau hanya diam ketika ku terluka Kau hanya diam ketika ku meronta Kau hanya diam ketika aku salah Namun, ketika hanya kita berdua Kau yang selalu terjaga Kau yang selalu menjaga Kau yang selalu ada Entah mengapa tak bisa kutahan tangis Ketika nasehat kau beri Ketika diri ini kau maki Ketika kau minta aku menepati janji Kemudian semenjak…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Berbagai Kreasi Hiasan Dinding yang dijamin Bikin Kamu Betah Menghabiskan Waktu Seharian di Kamar

Kamar merupakan istana bagi sebagian besar anak kos atau kalian para mahasiswa. Dari belajar, mengerjakan skripsi, sampai nonton drama korea, semuanya dikerjakan di sini. Karena itu, kamar yang nyaman jadi penting buat kita. Supaya kamarmu tambah nyaman, coba deh buat beberapa hiasan dinding yang dijamin bisa memercantik kamar kamu. Mudah kok caranya. Kalian pun tak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuatnya. Apa aja sih hiasan yang bisa kalian buat ? 1.Kini  kamu tak perlu jauh-jauh ke taman untuk melihat kupu-kupu. Bersiaplah menyambut serbuan kupu-kupu di kamarmu. Jenuh ngga sih ngeliat…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Pecahan Asa Tak Berpola

Asumsi kehadiranmu kini terus memudar Tatkala distribusi abnormal rasa ini semakin memekar Dirimu bak bilangan diskrit yang tak tergenggam Yang tak mampu ku regresi linierkan   Kesedihan ini selalu menyelimuti aksioma hidupku Tanpa batas berharap pada sekelebat bayangmu Kini kutahu cinta hanya bagian persentase konyol bagimu   Kemarin, hanya kita berdua mengurai aljabar tangis dan tawa Namun mengapa kini menjadi deretan asa tak berpola Tatkala variabel lain beroperasi tanpa logika Tak perlu berbelit belit Hanya membuat imaginer hidup semakin terlilit Biarlah pecahan rasa ini tetap terkait Pada koordinat hatimu yang…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya