Beda Keyakinan

Cerpen Beda Keyakinan - MJCUnnes

Beda Keyakinan (Dian Nugraheni Salaswati) Pada suatu hari terdapat anak dari SMA Berjuang Untuk Bangsa kelas XII bernama Raden Tubagus Rendyto Kusumo Adhijoyo Pakuningratan atau biasa dipanggil Reno makan makanan ringan yaitu Beng-beng. Dia begitu menikmatinya karena dia sangat menyukai Beng-beng tetapi dia paling suka kalau memakannya secara langsung tanpa dimasukan ke lemari pendingin dahulu. Di kesehariannya dia adalah anak yang rajin selalu mengerjakan tugas dan mengumpulkannya tepat waktu, dia juga siswa yang periang dan lucu. Banyak guru suka padanya karena dia cukup berprestasi di dalam maupun luar sekolahan. Dia…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan #3

Dan setelah gue dan Raya sampai didepan pintu kamar Sara, kami mendengar suara tangisan dari dalam kamar Sara. Gue bertanya-tanya dong, “ada apa ini? Kenapa Sara menangis seperti ini?” “Sara, loe kenapa?” Tanya gue setelah gue coba untuk masuk dan membuka pintu kamar Sara, gue dan Raya cepat-cepat menghampiri Sara yang sedang ada di lantai dengan badannya yang terkulai lemas tak berdaya. Raya mencoba untuk membangkitkan Sara dan merangkul Sara dengan penuh kasih sayang, gue mencoba untuk menghapus air matanya. “Sebenernya loe itu kenapa sih, Ra?” tanya Raya. “Iya loe…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan #2

Di kamar gue, tiba-tiba suara ponsel gue bunyi. Dan ternyata itu pesan dari Sara. “Gue seneng banget hari ini bisa pergi bareng Bagas, Cha. Sumpah ya dia baik banget sama gue. Dan loe tau apa? Hari ini gue resmi pacaran sama dia. Dan kita bikin perjanjian gitu, Cha. Pokoknya perjanjian itu kita tulis disebuah botol dan dipendem di dalam tanah di garden kafe tempat Bagas nembak gue. Dukung hubungan gue sama Bagas ya, Cha. Oh ya, bilangin juga ke Raya.” Setelah baca pesan dari Sara, gue selalu was-was dan entah…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Penyesalan Yang Tak Diinginkan

Pagi yang cerah, sinar matahari mencoba menerobos masuk melalui celah jendela kamar. Mulai terbuka mata gue dan melihat keadaan di sekeliling, dengan tidak sengaja gue lihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 06.25 WIB. “Huaaaaa.. gue hampir telat ini!!!!” pikir gue, gue langsung segera bangkit dan menuju kekamar mandi. Selesai mandi, gue mengambil seragam dan memakainya dengan terburu-buru. Seusai itu, gue beresin tempat tidur yang berantakan. Dan gue langsung menuju ke bawah untuk sarapan, karena kamar gue berada di lantai dua. Belum sempat gue sarapan, klakson sepeda motor Raya sudah…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Parallel Universes Theory – Manakah Dunia Kita yang Sesungguhnya?

Manakah Dunia Kita yang Sesungguhnya?   Parallel Universes Theory, adalah sebuah teori tentang adanya sebuah dunia paralel yang telah banyak dikemukakan oleh para ahli fisika. Dunia paralel adalah sebuah dunia yang berjalan sejajar dengan dunia realita. Di samping kehidupan yang kita kenal dan kita jalani sekarang, ada juga satu atau lebih kehidupan lain yang juga berjalan secara bersamaan dalam dunia paralel. “Benarkah? Hal yang tidak masuk akal, untuk apa mereka meneliti hal semacam ini? Apakah memang ada bukti dari keberadaan dunia itu? tch! Hanya membuang-buang waktu membaca artikel ini.”, ucapnya.…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

ANTARA AKU, KAMU, DAN DIA

Menyukai yang sama, apa itu berarti salah? Aku tak mengerti, kenapa kejadian seperti ini terulang lagi, kenapa ini harus terjadi lagi, aku dan sahabatku harus menyukai cowok yang sama. Apa salah jika aku menyukainya? Namaku Putri, aku hanya seorang gadis biasa, yang mencoba membawa orang-orang di sekitarku merasakan kebahagiaan. Ya, meski aku sendiri harus merasa sakit. Namun tak apa, demi mereka aku rela. Hari ini aku melihatnya lagi, bahkan hampir setiap hari aku melihatnya di kelas ku. Dia sosok yang selama ini selalu berputar-putar di pikiranku. Namanya Fahmi Risky Saputra.…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Dibatas Cakrawala

Aku baru saja selesai menjalani orientasi studi dan pengenalan kampus yang kebanyakan orang lebih mengenalnya dengan ospek. Gue kuliah disalah satu universitas yang ada di Semarang. Sebenarnya gue tinggal di Bandung, tapi karena bokap gue pindah tugas di Semarang jadilah gue kuliah di Semarang. Papa gue bekerja sebagai direktur disalah satu perusahaan swasta di Semarang. Papa sibuk banget dengan jabatannya, begitu juga dengan mama yang nggak kalah sibuk dengan papa. Mama saat ini sedang sibuk dengan bisnis sepatu dan baju bersama teman-temannya. Makannya gue sering kesepian dirumah. “Kriing…kriing”, bunyi telepon…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

Friendzone #1

Terjebak dalam friendzone itu rasanya seperti menaruh bom di dalam rumah. Jika disimpan terlalu lama, maka takkan ada yang terluka dan jika meledak akan melukai diri sendiri tanpa dia tahu bahwa diri ini tersakiti. Namun jika diungkapkan, akan meledakkan segalanya. Bukan hanya kita, tetapi juga dia. Bisa saja rumah itu akan rusak jika ditolak. Namun jika perasaan kita disambut, kita bisa bersama membangun rumah yang baru. Kenapa menulis mengenai friendzone? Padahal si tokoh utama tak pernah menyadari perasaannya. Karena terlalu lama bersama, cinta dan sayang pun beda tipis. Dinding yang…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

INTERVAL

Manik matanya tertancap tepat di mataku. Tatapannya tajam, seperti elang, seolah menelanjangiku, membuka semua rahasia yang tersimpan rapat di palung hatiku. Oh tidak! Apakah dia tahu kalau aku menyukainya? Segera, kualihkan pandanganku darinya. Berusaha fokus menatap papan tulis tapi tetap saja, dia yang memenuhi isi kepalaku. Seulas senyum muncul di wajahku saat mengingatnya hingga membuat rona merah di pipiku. Aku mengembuskan napas lega saat tentor mengakhiri materinya. Setidaknya, aku bisa cepat-cepat pergi dan melupakannya. Tapi tidak, ritme detak jantungku kian tak beraturan saat aku mencium aroma parfumnya mendekat. Ekor mataku…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya

In the Lift

Matahari mulai tinggi. Gadis itu bisa merasakannya (lebih tepatnya melihat) meskipun sekarang posisi tubuhnya sedang membelakangi jendela. Dia sedang menghadap sebuah cermin besar yang di depannya berjajar deretan alat kosmetik. Lengkap. Mulai dari eye liner, sekotak lipstik full color, bedak, sampai bulu mata palsu.   Segera dirapikannya, rambut yang disanggul polos ke atas. Dengan poni yang dimiringkan ke kiri. Lalu, pandangannya beralih ke wajah, lalu tangan, dan anggota tubuh lainnya. Dia memang perfeksionis bukan? Harus. Hari ini hari pertama pemotretan untuk majalah fashion terkenal. Dia harus tampil prima.   Setelah…

Bagikan postingan ini:
Baca Semuanya